Pengalaman Pertama Mendapatkan Pekerjaan
Pengalaman Pertama Mendapatkan Pekerjaan - Di awali dengan sebuah cerita, cerita ini berdasarkan kisah nyata dari kehidupan pribadi sang penulis. Kisah ini berawal pada tahun 1995, namun untuk hari tanggal dan bulan sang penulis sudah tidak ingat lagi, karena cerita nyata ini sudah terlewat hampir dua puluh tahun yang lalu, waktu itu sang penulis masih berusia belia, tepatnya sekitar berumur 17 tahunan. Kebetulan pada waktu itu penulis tidak melanjutkan sekolah kejenjang yang lebih tinggi sampai sekarang, dikarenakan waktu itu terkendala dengan beberapa hal yang mungkin tidak bisa ditulis lebih gamblang disini karena menyangkut privasi sang penulis dan keluarga.
Pada masa itu OTW baru setahun kelar sekolah, namun disela-sela waktu yang dilewati tidak ada sama sekali waktu yang berguna selain dari tidur makan dan tidur lagi. Entahlah waktu itu rasanya tidak terpikirkan akan masa yang akan datang, yang terlintas dipikiran hanya makan, main dan tidur. Setelah beberapa waktu terlewati barulah OTW sadar, bahwasanya hidup tidak hanya tidur dan makan, dibalik itu semua banyak kebutuhan yang tidak cukup didatangkan dengan hanya tidur dan makan, disamping ada pihak lain yang merasa jengkel dengan melihat kelakuan otw. Ternyata setelah dipikir dengan otak yang jernih, memang betul juga ternyata hidup itu perlu biaya, salah satunya dengan cara bekerja supaya bisa mendapatkan penghasilan untuk bekal hidup.
Singkat cerita, pada waktu itu lewat seorang teman ada kabar menggembirakan, kabar baiknya yaitu ada lowongan pekerjaan disebuah perusahaan pribadi untuk menjadi seorang sales barang dan penagih, lebih tepatnya jadi tukang keridit di sebuah kota. Kota Solo tempatnya, tanpa pikir panjang setelah mendapatkan persetujuan dari kedua orang tua dan kebetulan mereka yang membutuhkan pekerja menerima kami sebagai anak buahnya. Dua hari setelah itu kami berangkat ke kota Solo untuk bekerja sebagai kuli disebuah PD. Ceritanya kami sudah sampai ke kota tujuan (Kota Solo), tepatnya di daerah Manahan Solo, disanalah kami menetap, untuk lokasi mohon maaf kami sudah lupa.
Hari pertama bekerja
Pada hari pertama bekerja, kami ditugaskan untuk menjadi seorang sales yang ditugaskan menawarkan barang kepada konsumen yang berada di pasar, karena kebetulan sang boss mencari pelanggan khusus di pasar. Dengan senang hati kami sebagai pegawai walaupun cara pembayarannya secara dicicil namun ada nilai lebih bagi kami sebagai sales, nilai lebih bagi kami sebagai sales yaitu, apabila ada barang yang keluar si pengambilbarang wajib memberikan DP atau uang muka untuk panjer, panjer tidak ditentukan nominalnya, namun kebiasaannya dari Rp.25,000.000 keatas sesuai dengan harga barang, nah daripanjer tersebutlah kami bisa mendapatklan bonus dan uang makan.
Pengalaman Paling Lucu Dalam Berjualan.
Ada pengalaman lucu nih, baru pertama kerja, kerja diluar daerah dengan bahasa yang berbeda. Pada suatu hari seperti biasa kami berkeliling menjajakan barang kepada calon pelanggan, Yang membuat cerita ini menjadi lucu ialah sewaktu kami menawarkan barang kepada seorang pedagang sayur, yang kebetulan beliau sama sekali tidak bisa berbahasa indonesia, namun paham maksudnya. Begini ceritanya.
"Saya," Permisi mbak, selamat siang.
"pedagang sayur," Ohh...nggeh Monggo, ono opo yo mas?
"Saya," ?????....Saya tidak menggubrisnya karena tidak mengerti apa yang diucapkannya.
"Pedagang sayur," Yo ono opo yo mas? oh mas mindring yo...
"Saya" ??????...Ini mbak saya mau menawarkan barang, ucapku sambil ketaw-ketiwi sendiri, tetep tidak mengerti maksud beliau.
"Pedagang sayur" Piro regane mas"
"saya" Piro??? piro itu apa mbak? ucapku..
"pedagang sayur". beliau sedikit mengerti dan berkata lagi, berapa harganya mas?
"Saya" oh....75 mbak?
pedagang sayur menjawab dengan penuh kaget, Waduh mas ko larang temen sih?
" Saya Menjawab". mbak ko ngomong begitu, saya disini jualan, siapa yang melarang saya jualan.
"pedagang sayur menjawab sambil tertawa terbahak-bahak" maksudnya larang itu mahal mas.
"Saya"////??????, bengong sambil tertawa simpul. oh begitu maksudnya ya mbak. Ternyata larang itu artinya mahal.
Nah Sobatku seduinia, itulah sedikit cerita tentang Pengalaman Pertamaku Mendapatkan Pekerjaan sebagai tukang mindring (B.Jawa) atau tukang keridit. Mudah-mudahan cerita ini bisa jadi kenangan yang takan hilang, khususnya buat saya, itulah sebagian kisah hidup saya yang takkan saya lupakan. Terima kasih sudah menyimaknya. Salam..
