--> Skip to main content

Suka Dukanya Jadi Seorang Pedagang

Suka Dukanya Jadi Seorang Pedagang

Suka Duka Jadi Seorang Pedagang -  Masih melanjutkan kisah kehidupan pribadi sendiri yang alhamdulillah kemarin sudah saya ceritakan di artikel pertama tentang pengalaman pertama mendapatkan pekerjaan, kisah ini masih ada kaitannya dengan pekerjaan, yang mana pekerjaan pertama saya adalah sebagai salesman disalah satu perusahan pribadi yang terletak disebuah kota yaitu kota solo yang terkenal dengan lagunya Bengawan Solo ciptaan seorang penyair yaitu Bapak Gesang.

    Dalam kisah ini kita akan ambil cerita yang intinya saja, pada waktu itu saya sudah bekerja hampir tiga tahun, dari mulai kota Solo, Klaten, Jogjakarta hingga yang terakhir di kota Magelang. Mengemban tugas sebagai sales sekaligus sebagai penagih harian dengan sistym pembukuan untuk menentukan pembayaran barang yang sudah di ambil. Dalam perjalan hidup sebagai pedagang keridit, suka duka pahit dan getirnya sudah sering dirasakan mulai dari pelanggan yang rewel, pindah tempat, susah membayar cicilan hingga pedagang yang nakal dan kabur pindah tempat berjualan.

Cerita di perjalanan menuju tempat bekerja  
   Pernah suatu waktu saya merasakan kesedihan yang tiada tara disebabkan pekerjaan tersebut, Begini ceritanya. Di suatu hari, Seperti biasanya apabila kita mau berangkat bekerja bangun pagi pukul setengah lima pagi. Sebelum memulai beraktifitas sudah biasanya juga kami diwajibkan untuk membawa barang, baik barang untuk pesanan atau barang untuk mencari pelanggan baru.
 
   Setelah bangun kami langsung melaksanakan sholat shubuh setelah sholat subuh bergegaslah kami berangkat ke gudang untuk mengecak barang, setelah mendapatkan barang yang dibutuhkan kami cek ulang apa saja yang sudah kami pilih sebagaimana sesuai dengan pesenan orang, diantaranya yaitu baju hem panjang tiga biji celana jean panjang dua biji, bahan katun untuk membuat gamis 3 meter, 3 biji kaos, baju anak dan satu buah spray,setelah dicek dan ternyata sudah komplit semuanya barulah melapor ke bagian personalia untuk meminta bon bukti pengambilan barang.

   Singkat cerita untuk pengeekan barang sudah selesai dan kami bungkus dengan satu buah kardus bekas mie instan, total barang 10 biji dengan barang yang berbeda, semua barang saya jadikan satu dan langsung saya ikat. setelah sekianya beres barulah kami satu rombongan menaiki kendaraan bermotor roda empat. yang ada dalam satu buah mobil ditumpangi 8 orang yang menuju ke masing-masing tempat berjualan masing-masing. Sementara tempat berjualan mereka terlewati oleh saya, sesampainya di kota Jogjakarta perempatan antara pasar Bringin harjo dengan Malioboro kami berhenti dan turun untukmelanjutkan perjalanan menuju kota Magelang dan bergegas menuju pasar Rejowinangun.

Kisah Sedih Di Perjalanan
  Dalam perjalan menuju tempat tersebut, saya menggunakan transfortasi umum yaitu bus. Kalau nggak salah bus Ramayana, dikarenakan bus tersebut langsung menuju kota Magelang. setelah saya naik bus tersebut tanpa pikir panjang saya mencari jok kosong kebetulan ada beberapa kursi kosong tanpa pikir panjang saya langsung menuju tempat duduk dan menyimpan barang bawaan yang tadi sudah saya bungkus di sebuah kardus. Setelah beberapa saat duduk dan menikmati perjalanan membaca koran sambil sesekali menoleh kejendela melihat pemandangan yang dilewati, tiba-tiba mata terasa, dan tidak lama kemudian terlelap tidur dan tidak sadarkan diri hingga tanpa terasa perjalanan berakhir dan buspun memasuki terminal akhir di kota Magelang.

   Selagi saya terbuai di alam mimpi tiba-tiba saja sang kondektur bus membangunkan saya. Kondektur bus berkata "Mas-mas..., bangun mas! sudah sampai terminal." Dengan kaget saya terperanjat bangun, dan betul saja ternyata bus sudah berhenti di pintru terminal, tanpa pikir panjang saya langsung berdiri dan menuju pintu keluar, setelah di pintu kemudian saya mengeluarkan kaki untuk loncat perlahan-lahan menginjak jalan.

Setelah turun, saya baru teringat, "Astagfirullah, ternyata barang yang saya bawa tertinggal di dalam bis, tanpa pikir panjang saya kejar busnya, sambil teriak-teriak saya memanggil kondektur bus, "pak-pak....berhenti pak!," dan bus pun berhenti. Sang kondektur bertanya "Ada apa mas?" sebentar mas, barang saya ketinggalan, kondektur "oh iya silahkan dilicek mas", setelah dicek Laillahailallah, ternyata barang saya raib entah kemana.
 
 Setelah tersadar ternyata barang yang dibawa hilang saya turun kembali, dengan perasaan sedih saya berjalan lunglai menuju ketempat biasa untuk bekerja. dengan rasa penuh dengan pertanyaan disepanjang jalan terus berpikir kemanakah barang tersebut?, dan setelah di ingat kembali di saat didalam bus terpikirkan waktu itu ada seseorang yang lagi duduk dijok sebelah dan terus-terusan memandangi saya. Mungkinkah beliau yang membawa barang tersebut?. Wallahu'alam.

 Nah itulah salah satu cerita dan kisah nyata Suka Duka Jadi Seorang Pedagang Keridit, yang saya alami sendiri. Dan setelah kejadian itu saya mulai waspada. Dan kejadian yang sudah terjadi menjadi pelajaran khususnya untuk saya dan umumnya untuk anda semua. Terima asih sudah membaca kisahku...
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar